Satu Kampung. Satu Cerita. Satu Sulawesi Selatan.
Menjelajah Sulawesi Selatan Cerita Terbaru Dulu & Sekarang Kirim Cerita

Kapurung

September 19, 2026 Wilayah: Kota Palopo

Kapurung adalah hidangan khas masyarakat di kawasan Luwu Raya, Sulawesi Selatan, yang meliputi daerah sekitar Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo. Hidangan ini dikenal karena olahan sagu khasnya yang kenyal, mirip bubur sagu pada budaya lain di Sulawesi.

Sagu yang Menjadi Bintang

Bahan utama kapurung adalah sagu yang dimasak dengan teknik tertentu hingga membentuk gumpalan kenyal. Gumpalan sagu ini kemudian disiram kuah yang berisi potongan ikan dan sayuran seperti kangkung, bayam, dan terong. Perpaduan inilah yang membuat kapurung terasa ringan tapi mengenyangkan.

Kuah Ikan yang Menyegarkan

Kuah kapurung umumnya berasal dari ikan seperti cakalang, bubara, atau jenis ikan air tawar, dibumbui asam dan rempah sehingga terasa gurih dan sedikit segar. Perpaduan sagu yang polos dengan kuah yang kaya rasa membuat kapurung mengenyangkan tanpa rasa berat—cocok dinikmati sebagai menu utama maupun pendamping.

Hidangan Kebersamaan

Kapurung sering disajikan dalam acara keluarga dan perayaan di komunitas Luwu. Menikmatinya hangat bersama keluarga adalah pengalaman kuliner khas pedalaman Sulawesi Selatan yang jarang ditemukan di daerah lain. Hidangan ini kerap hadir dalam momen kebersamaan, sebagaimana tradisi syukur dan kerja bersama yang hidup di daerah itu—misalnya tradisi Mappadendang di Luwu Utara.

Kapurung dalam Peta Kuliner Sagu

Sagu sebagai bahan pangan telah lama dikenal di Indonesia bagian timur, termasuk Sulawesi. Kapurung menjadi bukti bagaimana sagu diolah menjadi hidangan yang lezat dengan paduan kuah ikan. Variasi olahan sagu juga dikenal di daerah lain di Sulsel, seperti yang tertuang dalam cerita kapurung dari Sinjai.

Bagi pencinta kuliner tradisional, mencicipi kapurung langsung di Palopo dan sekitarnya adalah cara terbaik untuk mengenal cita rasa sagu yang autentik dari Sulawesi Selatan.