Satu Kampung. Satu Cerita. Satu Sulawesi Selatan.
Menjelajah Sulawesi Selatan Cerita Terbaru Dulu & Sekarang Kirim Cerita

Senja di Anjungan Losari

September 29, 2026 Wilayah: Kota Makassar

Senja yang Selalu Ramai

Menjelang matahari turun, Anjungan Losari mulai dipenuhi orang. Mereka datang sendiri, berpasangan, atau bersama keluarga besar. Angin laut bertiup pelan, membawa bau garam yang bercampur aroma makanan.

Di sepanjang pagar anjungan, para penjaja makanan mulai menata dagangannya. Pisang epe, pisang goreng, hingga aneka minuman segar tersusun rapi. Aroma manisnya ikut mengudara, seolah mengundang setiap orang yang lewat untuk singgah.

Bagi warga Makassar, Losari bukan sekadar tempat wisata. Ini ruang bertemu, ruang bercerita, dan ruang melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Anak-anak berlari kecil di antara kerumunan, sementara orang tua duduk di bangku batu sambil menikmati suasana.

Kehidupan Sehari-hari

Losari adalah cermin kehidupan kota yang sibuk namun tetap hangat. Di sini, semua lapisan masyarakat bertemu tanpa sekat. Ada pedagang kaki lima yang mengais rezeki, pegawai kantor yang melepas penat, hingga nelayan yang baru pulang melaut.

Tidak ada jarak sosial yang terlihat. Semua duduk berdampingan, menikmati langit yang perlahan berubah jingga.

Bagi sebagian keluarga, datang ke Losari adalah tradisi mingguan. Mereka datang bukan hanya untuk menikmati senja, tetapi juga untuk menghabiskan waktu bersama. Anak-anak belajar berbagi, orang tua bercerita tentang masa lalu, dan generasi muda mendengar dengan saksama. Di sinilah nilai kebersamaan dirawat tanpa perlu kata-kata besar.

Pisang Epe, Jajanan Khas Senja

Salah satu jajanan yang hampir selalu hadir di Losari adalah pisang epe. Pisang yang dikeringkan dan dipipihkan ini punya tekstur kenyal dengan rasa manis alami. Cara menikmatinya sederhana: ditemani udara laut dan langit senja. Bagi yang ingin mengenal lebih jauh soal jajanan ini, cerita pisang epe bisa menjadi awal yang baik.

Nilai yang Tersimpan

Di balik keramaiannya, Losari menyimpan nilai tentang kesederhanaan. Kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal besar. Cukup dengan duduk di tepi pantai, melihat matahari terbenam, dan mendengar suara tawa anak-anak, semua penat seakan hilang.

Senja di Losari mengajarkan bahwa ruang publik yang baik adalah ruang yang mampu mempertemukan banyak orang dalam suasana damai. Tanpa perlu acara khusus, tanpa perlu panggung hiburan, orang-orang datang dan merasa menjadi bagian dari kota ini.

"Losari itu rumah kedua. Kalau sudah di sini, semua masalah seperti ikut terbawa angin laut," ujar seorang pedagang pisang epe yang setiap hari mangkal di kawasan itu.

Suasana senja serupa juga bisa ditemui di pesisir lain di Sulawesi Selatan, seperti yang terekam dalam foto senja di pesisir. Anjungan Losari tetap berdiri, menyaksikan pasang surut kehidupan kotanya. Senja demi senja berlalu, namun kehangatan yang tercipta di sana seakan tidak pernah pudar. Ia tetap menjadi wajah Makassar yang paling dikenal, bukan karena megahnya bangunan, tetapi karena kehidupan sederhana yang terus berdenyut di atasnya.

Foto: Khaerunnisa Atikah Syahidah – dari Wikimedia Commons (lisensi CC BY-SA 4.0). Sumber: File:Keindahan sunset di pantai losari.jpg