Satu Kampung. Satu Cerita. Satu Sulawesi Selatan.
Menjelajah Sulawesi Selatan Cerita Terbaru Dulu & Sekarang Kirim Cerita

Parepare, Kota Bandar dan Warung Kopi

September 22, 2026 Wilayah: Kota Parepare

Suasana Kota Bandar

Parepare bukan kota yang ramai dengan gedung tinggi. Ia adalah kota bandar yang tumbuh dari aktivitas laut. Pelabuhan menjadi pusat denyut kehidupan, tempat kapal-kapal datang dan pergi membawa barang serta penumpang. Parepare hanyalah salah satu contoh dari pelabuhan yang menjadi jantung kota di Sulawesi Selatan.

Sejak subuh, udara laut membawa aroma garam bercampur kopi. Dari kejauhan, terdengar suara kapal bersandar dan teriakan para buruh yang memindahkan barang. Di sepanjang jalan dekat pelabuhan, warung-warung kopi mulai menyalakan kompor dan menyeduh air panas. Aroma kopi yang pekat segera memenuhi sudut-sudut kota.

Kehidupan Sehari-hari

Warung kopi di Parepare bukan sekadar tempat minum. Ia adalah ruang tunggu para pedagang yang menunggu kapal, tempat para nelayan beristirahat setelah melaut, dan ruang diskusi bagi siapa saja yang ingin bertukar kabar.

Pada pagi hari, warung kopi dipenuhi orang-orang yang datang dengan membawa tas atau koper. Mereka adalah pedagang yang akan menyeberang ke Kalimantan atau ke daerah lain. Secangkir kopi panas menjadi bekal sebelum kapal berangkat.

Menjelang siang, suasana berubah. Para pekerja pelabuhan datang, memesan kopi dan sepiring pisang goreng. Mereka berbicara tentang harga barang, cuaca, dan jadwal kapal. Di sini, informasi menyebar cepat, dari mulut ke mulut.

Nilai yang Tersimpan

Kota bandar telah membentuk karakter masyarakatnya yang terbuka dan ramah. Para pendatang dan pedagang dari berbagai daerah singgah di Parepare, dan warung kopi menjadi tempat pertama yang mereka datangi. Para pemilik warung kopi biasanya hafal kebiasaan pelanggannya, bahkan mengingat pesanan yang sama setiap hari.

Warung kopi juga menjadi penanda waktu. Kopi pagi untuk mengawali kerja, kopi siang untuk melepas penat,dan kopi malam untuk mengobrol panjang. Aktivitas ini berlangsung terus, dari pagi sampai larut malam, mengikuti ritme pelabuhan yang tidak pernah benar-benar tidur.

Kopi dan Irama Kota Bandar

Pola hidup seperti ini sebenarnya lahir dari denyut kota bandar itu sendiri: waktu diukur dari datang dan perginya kapal, dan kopi hadir di sela-selanya sebagai pengikat obrolan. Pola yang sama bisa ditemui di kota bandar dan warung kopi lain di Sulawesi, yang sama-sama tumbuh dari aktivitas pelabuhan dan keramahtamahan warganya.

Penutup

Parepare adalah kota yang sederhana namun hidup. Pelabuhan dan warung kopi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari kesehariannya. Di antara suara mesin kapal dan cangkir yang berdenting, kota ini terus berdenyut sebagai kota bandar yang setia pada tradisinya.

Foto: Nationaal Archief – dari Wikimedia Commons (lisensi CC0). Sumber: File:Bedrijvigheid in de haven, Bestanddeelnr 462-3-5.jpg