Satu Kampung. Satu Cerita. Satu Sulawesi Selatan.
Menjelajah Sulawesi Selatan Cerita Terbaru Dulu & Sekarang Kirim Cerita

Mappacci

September 19, 2026 Wilayah: Kabupaten Gowa

Mappacci: Ritual Penyucian Pengantin Bugis

Mappacci adalah ritual adat Bugis yang dilakukan menjelang pernikahan. Dalam prosesi ini, calon pengantin dibersihkan secara lahir dan batin menggunakan daun pacci atau pacar, sebagai simbol kesucian sebelum memasuki hidup baru.

Arti Daun Pacci

Pacci adalah sebutan lokal untuk daun pacar atau henna. Daun yang diremas menghasilkan warna merah lalu dioleskan atau ditempelkan ke telapak tangan dan kuku calon pengantin. Warna merah dipercaya melambangkan keberanian, kesucian hati, dan kesiapan menjalani hidup berumah tangga.

Prosesi di Malam Pengantin

Mappacci biasanya digelar satu atau beberapa hari sebelum akad. Keluarga, tetangga, dan tokoh adat berkumpul di rumah mempelai. Calon pengantin mengenakan kain putih sebagai gambaran kesucian. Daun pacci lalu ditata di telapak tangan, diikuti doa bersama agar keduanya memasuki bahtera rumah tangga dengan jiwa bersih.

Kapan Ritual Ini Dilaksanakan

Mappacci umumnya diselenggarakan pada malam menjelang akad nikah, ketika keluarga dan tetangga dapat meluangkan waktu berkumpul. Momen ini dipilih agar doa dan restu hadir tepat sebelum pengantin mengucap ikrar suci.

Nilai Kebersamaan yang Dijaga

Ritual ini juga menjadi ajang gotong royong. Para tetangga datang membantu menyiapkan daun, air, dan perlengkapan tanpa pamrih. Di sinilah makna kekeluargaan dirawat: pernikahan bukan urusan dua orang, melainkan urusan seluruh kampung yang ikut mendoakan.

Selain doa dan restu, prosesi ini menjadi momen keakraban antartetangga yang jarang ditemui di tengah kesibukan sehari-hari.

Menjaga Tradisi

Hingga kini, Mappacci tetap dilaksanakan masyarakat Bugis di berbagai daerah, termasuk di pesisir dan pedalaman. Meski tata caranya bisa disesuaikan, daun pacci tetap bagian wajib dan doa restu tetap menjadi nyawa prosesi.

Dalam khazanah adat Bugis, Mappacci berdampingan dengan tradisi-tradisi lain yang sama-sama menjaga nilai kebersamaan, seperti Mappalili dan Mappadendang.

Penutup

Bagi masyarakat Bugis, Mappacci adalah napas adat yang mengingatkan bahwa pernikahan adalah perjalanan suci, bukan sekadar pesta. Ia adalah wujud doa keluarga yang menyertai langkah kedua mempelai menuju rumah tangga baru.