Satu Kampung. Satu Cerita. Satu Sulawesi Selatan.
Menjelajah Sulawesi Selatan Cerita Terbaru Dulu & Sekarang Kirim Cerita

Pdt. Sulaiman Manguleng

September 20, 2026 Wilayah: Kabupaten Tana Toraja

Pdt. Sulaiman Manguleng, Tokoh Agama Toraja dalam Forum Kerukunan FKUB Tana Toraja

Pdt. Sulaiman Manguleng adalah tokoh agama dari Gereja Toraja yang disebut dalam forum Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB)Tana Toraja. Keterlibatannya berkaitan dengan upaya mendorong partisipasi umat dalam pembangunan daerah sekaligus merawat kerukunan antarummat beragama.

Peran FKUB Tana Toraja

FKUB merupakan wadah dialog antarummat beragama yang bertujuan menjaga kerukunan dan mencegah potensi konflik di tengah masyarakat. Dalam forum semacam ini, tokoh agama dari berbagai latar duduk bersama membahas persoalan sosial dan keagamaan di daerahnya.

Keberadaan wadah seperti ini kian penting di daerah dengan keberagaman seperti Tana Toraja, di mana dialog antarumat terus dijaga agar perbedaan tidak menjadi perpecahan, melainkan kekuatan bersama.

Keterlibatan Umat dalam Pembangunan

Dalam forum tersebut, disoroti bagaimana umat dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah tanpa mengesampingkan nilai kerukunan. Tokoh agama dinilai memiliki pengaruh besar dalam menggerakkan jemaat untuk turut serta memajukan Tana Toraja, baik melalui kegiatan sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan masyarakat.

Tana Toraja dan Keberagaman

Tana Toraja dikenal dengan kekayaan budaya dan kehidupan keagamaan masyarakatnya yang beragam. Kehadiran tokoh agama seperti Pdt. Sulaiman Manguleng di ruang-ruang dialog seperti FKUB memperkuat tradisi hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman, sekaligus memastikan pembangunan berjalan dengan semangat kebersamaan.

Budaya Toraja yang kaya — dari rumah adat Tongkonan di Kete Kesu hingga tradisi penghormatan leluhur seperti Rambu Solo’ — hidup berdampingan dengan kehidupan beragama warga sehari-hari.

Penutup

Peran tokoh agama dalam merawat kerukunan menjadi kunci penting bagi stabilitas sosial di Tana Toraja. Dengan terus dijaganya dialog antarummat, semangat kebersamaan diharapkan tumbuh sehingga pembangunan daerah dapat berjalan bersama-sama tanpa meninggalkan siapa pun.