H. Salama
H. Salama dikenal sebagai tokoh masyarakat di Maralleng, Desa Pao-Pao, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Pada 2025, ia menyerahkan ambulans wakaf untuk membantu layanan kesehatan lintas desa di sekitarnya — sebuah aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Kisah Wakaf Ambulans
Wakaf adalah ibadah sosial dalam Islam berupa menyerahkan aset untuk kepentingan umum — dan ambulans menjadi salah satu bentuk wakaf yang sangat dibutuhkan masyarakat. Dengan menyerahkan ambulans, H. Salama membantu mempercepat akses warga desa menuju fasilitas kesehatan, terutama dalam kondisi darurat. Nilai ibadahnya terus mengalir selama kenderaan itu digunakan untuk menolong orang.
Manfaat bagi Layanan Kesehatan Lintas Desa
Keberadaan ambulans wakaf sangat berarti bagi desa-desa yang jauh dari puskesmas atau rumah sakit. Ambulans itu diharapkan melayani warga lintas desa, sehingga tidak ada lagi warga yang terlambat mendapat pertolongan karena kenderaan. Bagi masyarakat pesisir dan pedalaman, kenderaan semacam ini bisa menjadi penentu antara cepat dan terlambat dalam situasi genting.
Barru dan Semangat Gotong Royong
Kabupaten Barru merupakan daerah di pesisir barat Sulawesi Selatan yang masyarakatnya dikenal guyub. Sikap saling bantu — termasuk melalui wakaf — adalah cermin budaya gotong royong yang masih hidup hingga kini. Rutinitas melaut di pesisir Barru dan wajah kampung Barru dari sawah ke pesisir menunjukkan kedekatan warga dengan alam sekitarnya, yang melahirkan kebiasaan tolong-menolong. Inisiatif seperti yang dilakukan H. Salama menjadi contoh bahwa kebaikan bisa dimulai dari siapa saja di kampung sendiri.
Penutup
Aksi H. Salama mewakafkan ambulans adalah teladan nyata bahwa tokoh masyarakat tidak hanya berpengaruh dalam musyawarah, tetapi juga dalam menghadirkan manfaat langsung bagi kesehatan warga Barru dan sekitarnya.