Kapurung, Kenyal Manis Sore Hari
Foto: GAnganwaLUH – dari Wikimedia Commons (lisensi CC BY-SA 4.0). Sumber: Aneka Bubur Manis Khas Kalimantan.jpg
Asal dan Bahan Sederhana
Kapurung adalah salah satu jajanan tradisional yang tumbuh di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Berbeda dengan kapurung dari daerah lain yang berbentuk sup ikan, kapurung Sinjai hadir sebagai camilan kenyal. Bahan utamanya hanya dua: tepung sagu dan gula merah.
Tepung sagu yang digunakan biasanya diolah dari pohon sagu yang banyak tumbuh di wilayah pesisir Sinjai. Gula merahnya dipilih dari hasil sadapan nira aren atau lontar. Perpaduan keduanya menciptakan tekstur kenyal dengan rasa manis yang tidak menusuk, sederhana dan jujur.
Proses Membuat yang Butuh Kesabaran
Membuat kapurung tidak sulit, tetapi perlu ketelatenan. Tepung sagu dicampur air secukupnya, lalu diaduk hingga menjadi adonan kental. Setelah itu, adonan dibentuk kecil-kecil menyerupai butiran atau pilinan pendek.
Butiran tersebut kemudian direbus dalam air mendidih hingga matang dan mengapung. Setelah ditiriskan, kapurung dicampur dengan larutan gula merah yang sudah dicairkan. Aduk perlahan agar butiran tidak hancur. Hasilnya adalah semangkuk jajanan kenyal berwarna cokelat muda, hangat, dan lengket manis.
Cara Menikmati dan Kebiasaan Sore
Kapurung paling nikmat disantap saat masih hangat. Butirannya kenyal, sedikit lengket, dengan siraman gula merah yang meresap. Orang Sinjai biasa menikmatinya di sore hari, ditemani segelas teh atau kopi hitam.
Jajanan ini sering dijumpai di pasar tradisional atau dijajakan dengan gerobak di pinggir jalan. Beberapa ibu rumah tangga di kampung-kampung juga masih membuatnya sendiri untuk camilan keluarga. Rasanya membawa ingatan pada sore yang tenang, ketika matahari mulai condong ke barat dan aktivitas mulai melambat.
Cerita yang Tersimpan di Setiap Gigitan
Meski sederhana, kapurung menyimpan cerita tentang kesederhanaan hidup masyarakat Sinjai. Ia lahir dari bahan yang mudah didapat dan diolah dengan tangan-tangan yang sabar. Tidak ada yang berlebihan dari jajanan ini, tetapi justru di situlah keistimewaannya.
Di tengah banyaknya camilan modern yang manisnya cenderung kuat, kapurung menawarkan rasa yang bersahaja. Manisnya alami, kenyalnya pas, dan kehadirannya selalu menenangkan. Bagi siapa pun yang mampir ke Sinjai, mencicipi kapurung adalah cara kecil untuk merasakan keramahan kampung yang tak banyak bicara.